meniti pedih perih di perahu kayu usang itu
meratap apa yang hilang pada ilalang
bertanya-tanya pada laut soal langit yang marah
memaki diri pada malam sabtu yang tak ada bulan
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
aku hirup lesu aroma bulan, menyerpih di sisi melati
meninggi di batas sepi, melepas di tepi amarah
meluruh di langit rindu, memeluk pada isi hati
Oh sayangku, aku lebih tak mengerti isi hatimu.
Namun, tak ada yang lebih sakit dibanding ini.
selalu, akan mengenai kehilangan di hati ini
hati yang telah lelah, hati yang telah mati
mati pada langit sesal.
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
2013
dibuat untuk laptopku yang hilang
Senin, 27 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
abnormal
aku hanya ilalang yang menunggu lenyap, lenyap selepas perih
memisah di antara mati, menunggunya di tepi lemari
pecah di antara daun, menyatu di titik sepi
beri aku ruang untuk hidup, untuk menghela...
walau setidaknya diam, aku tak merisau.
gugur di antara langit, di sia-siakan pilu memaki
berhenti di titik nadir, berhenti di titik mati
sebelumnya tak pernah henti, pulang pada bising kenari
beri aku ruang untuk pulang, untuk menepi....
menepi di ujung hati, di ujung langit bernama rindu.
sudahlah, akhiri tangismu.
walau aku berdiri, aku tak maksud pergi.
aku sudah terjatuh.
aku sudah lumpuh.
karenamu aku terjatuh. terjatuh pada cinta
lumpuh karena cintamu.
2013
memisah di antara mati, menunggunya di tepi lemari
pecah di antara daun, menyatu di titik sepi
beri aku ruang untuk hidup, untuk menghela...
walau setidaknya diam, aku tak merisau.
gugur di antara langit, di sia-siakan pilu memaki
berhenti di titik nadir, berhenti di titik mati
sebelumnya tak pernah henti, pulang pada bising kenari
beri aku ruang untuk pulang, untuk menepi....
menepi di ujung hati, di ujung langit bernama rindu.
sudahlah, akhiri tangismu.
walau aku berdiri, aku tak maksud pergi.
aku sudah terjatuh.
aku sudah lumpuh.
karenamu aku terjatuh. terjatuh pada cinta
lumpuh karena cintamu.
2013
Langganan:
Postingan (Atom)