cangklong berapi namun tak berasap
cangklong berapi seharusnya berasap
berpudar siluet cangklong itu
terbelah menjadi dua keping
nyata namun tak bersuara
nyata dan seharusnya terseret
tapi siapa peduli
nasib yang mengkhianati
bukan salah merapi apalagi rinjani
rahmat azmi zaka harisya, cangklong tak berasap
Rabu, 17 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
gelombang arus kerisauan
tidak tahu harus berlaku apa
berlaku mengikuti arus
arus merasakan sampah
sampah mana yang tidak sadar
celoteh dari sampah
sampah mulu
mulu sampah
kalau risau itu sampah
maka hatiku ini penuh sampah
2012
berlaku mengikuti arus
arus merasakan sampah
sampah mana yang tidak sadar
celoteh dari sampah
sampah mulu
mulu sampah
kalau risau itu sampah
maka hatiku ini penuh sampah
2012
lihat awan
puluhan huruf tak berdosa menyapa di hadapanku
mengikuti setiap gerik yang ku atur, berirama
memang bodoh terlahir sebagai huruf-huruf itu
penghamba cinta terduduk di depannya
itu aku
menunggu kepastian cinta adalah tugasku
aku tahu pasti ini nista
kau pasti murka
lebih baik terkapar di sana
daripada terduduk di atmosfir petaka
2012
mengikuti setiap gerik yang ku atur, berirama
memang bodoh terlahir sebagai huruf-huruf itu
penghamba cinta terduduk di depannya
itu aku
menunggu kepastian cinta adalah tugasku
aku tahu pasti ini nista
kau pasti murka
lebih baik terkapar di sana
daripada terduduk di atmosfir petaka
2012
Langganan:
Postingan (Atom)


