Rabu, 17 Oktober 2012

cangklong tak berasap ditengah gemuruh asap

cangklong berapi namun tak berasap
cangklong berapi seharusnya berasap
berpudar siluet cangklong itu
terbelah menjadi dua keping
nyata namun tak bersuara
nyata dan seharusnya terseret
tapi siapa peduli
nasib yang mengkhianati
bukan salah merapi apalagi rinjani

rahmat azmi zaka harisya, cangklong tak berasap

Selasa, 02 Oktober 2012

gelombang arus kerisauan

tidak tahu harus berlaku apa
berlaku mengikuti arus
arus merasakan sampah
sampah mana yang tidak sadar
celoteh dari sampah
sampah mulu
mulu sampah
kalau risau itu sampah
maka hatiku ini penuh sampah

2012

lihat awan

puluhan huruf tak berdosa menyapa di hadapanku
mengikuti setiap gerik yang ku atur, berirama
memang bodoh terlahir sebagai huruf-huruf itu
penghamba cinta terduduk di depannya
itu aku
menunggu kepastian cinta adalah tugasku
aku tahu pasti ini nista
kau pasti murka
lebih baik terkapar di sana
daripada terduduk di atmosfir petaka

2012