Selasa, 20 November 2018

Ruang Hidup

Dalam ruang hidup yang gema dan sederhana,
Aku mengajakmu berkisah di selasar rindu mengenai satu dan lain hal,
Di tengah daun randu dan kembang melati yang gugur di pelataran,
Kubawa Kau ke temaramnya kehidupan,
Kukenali Kau dengan suramnya kehilangan,
Kubiarkan Kau saksikan celanya kebohongan,
Kuujar; Dik, tak akan pernah ada hidup yang lepas dari kepura-puraan.


Di tengah bercerita, ku hening dan membaringkan pikiran pada teduhnya tatapanmu,
Kupikir, tak akan ada ajalnya berbicara soal hidup dan mati,
Bukankah manusia terlalu kecil untuk paham busuknya bait dan larik dari kehidupan?
Maka, tinggalkanlah urusanmu, 
Akankah lebih baik untuk kita duduk bersama dan larut dalam permainan asmara?
Tragedi menyempurnakan kekurangan masing-masing diri,
Mengasingkan aku dan Kau dari fananya waktu,
Rehat sejenak dan tunda perjalanan,
Mari, membuat cinta di hadapan bulan yang tersengal memaksa kita untuk berlari, sepanjang malam.

2017