Minggu, 27 Januari 2013

matahari merindu.


Belum habis duka surya menghilang
Terkumpul benci kala awan melarang
 Dalam temaram malam alam memati
Terlempar sesal lirih menangis

Saat ini petang adalah janji yang dibenci.

Membakar semangat merah mereka
Terlupa petang menyerang meluka
Baris hujan membunuh melupa
Surya merindu . . .
Awan menjadikannya asing dibalik tepi,
dibalik tepi masalah rindu.

“Biarkan aku menyinari bumiku terkasih!”, ujar surya pada bumi.
“Aku akan membiarkanmu mati dalam rindu!”, awan menghalang.
“Cinta adalah bagaimana sinarku membelahmu dan melesat memeluk bumi”, Surya pada awan.
Seketika bumi gonjang ganjing dan awan melenyap.

Wah!

2013

Senin, 21 Januari 2013

mengenai cinta.


Mengenai cinta yang sempat ragu
Diam terkenang lesu tak hilang merasa
Mengenai cinta yang sempat hitam, kelu
Mati layak daun jati nama terkenang.

Kekasih, jangan tanya bukti.
Terbelah sakit
Terbelah lelah
Terbelah janji
Padamu matahari pagi
Siang, senja, petang dan waktu-waktu terasingku.

Tertandas ragu hati merasuk
Melawan karam selalu salah tersirat jarak
Bukan cinta mengapa kita jauh
Jauh mengapa kita bukan cinta
Kau adalah resolusi dan seluruh definisiku tentang cinta.

2013

Kamis, 17 Januari 2013

hidup begitu biru

bukan hendak janin rasa asa dan celaka
hirup murni udara senja lemah ternganga
lelah berdarah darah tak tentu arah
tak sengaja ibu bapak lahirkan tanah
tanah merah darah Tuhan penganugerah

seribu duka bayang derita sadarkan anak
pada kedudukan, uang dan harta sembah derita
pada biru hidup asah sebilah derita
pada penderita sebilah derita hunuskan bara
dari derita pada derita untuk derita kembali derita

mati sisakan pahit beribu nanah terbelah lelah
pada tanah merah darah terpancar sesal tersisa
tak kuasa samudera dosa menggelora


Oh Tuhan, ampuni aku.

2013

Sabtu, 12 Januari 2013

cemara yang dingin.

sayup-sayup terdengar daun jatuh ke muara lupa
akar kuat inang cemara tak menjanji duri
apa yang hilang lupa teringat
dingin dan duka memangsa segala rupa
gelap adalah selimut, setan dan persoalan
pilu tak sudah henti langkah menerpa
aku cemburu.

pada cemara yang tak basah dari hujan januari
pada engkau dari lariku yang dingin dan mati
jemari letih perih dan sedih tak padam dan kering
sedikit dari sakitnya kaki sesali panas mentari
kurang cinta bukan jadi api perih menduri
aku cemburu.

cinta melulu muruh-gemuruh apakah itu
bukti cinta bukan tubuh kuyu membiruku
hati lebam mendayu tak karu pun malu
melihatmu aku kalut cemburu tak surut
aku cemburu.


2013

Rabu, 09 Januari 2013

senyummu itu

mungkin bukan pelangi apabila tak mewarnai
melihat pelangi sebagai engkau.
mungkin tak akan sepagi ini aku menulis
bila sudi melihat mendung di wajahmu.
jatuh dan perih memberi isyaratnya kerinduan

bumi dan seisinya yang duka tak bisa memberi gambaran
dunia ini tidak seperti kotak tisu yang bisa diisi ulang
mungkin terlalu dingin dan mati
tak akan seperti serpihan sinar di senyummu
yang damai pun kalah indah.

kasih berombak-ombak menggulung duka beralas cinta
adalah cinta tentang semua hujan yang turun
kasih bertalu-talu mematikan asa bertuhan cinta 
dimana-mana cinta
cinta adalah sekulum senyum di manis wajahmu.

2013
untuk dina