Selasa, 18 November 2014

diskursus

kita yang terbaring disini, bertanya-tanya apakah esok akan tiba dengan ramah
setelah kesemuanya terenggut habis di tengah ombak ketidakpastian
langkah kaki tak lagi bercerita mengenai suka,
setelah air mata menjadi jawaban dari semua pertanyaan.

langit yang menyaksikan semuanya seakan berkata,
'sudah waktunya kamu pulang, nak..'
separuh dari isi hati pun sependapat dengan langit.
raga dan nyawa pun seakan telah tertidur lelap di pelukan langit.
semua kembali pada diri,

nafas serta usaha menjadi modal terakhir dari harapanku yang kian menepi
menepi dari ganasnya ombak ketidakpastian,
yang suatu hari akan menarik dan menjatuhkanku.

2014

Selasa, 15 April 2014

mana keberanianku?

menunggu surya usai,
selimut tanya terucap bersama waktu, kandas bersama debu
melepas menembus dada, seakan hilang melekang
perlahan selangkah menjelang
terus berulang.

gagak tak lagi diam, berujar dan bergumam sunyi sepi
tangkai mawar menyimpan pertanyaan duka dan murka
pucuk melati lelah menerjang dan berang
daun markisa tetap diam.
kelopak seroja pun bisu.
semua menyimpan pertanyaan.
lumbung tanya membesar, menunggu jawab.
aku tak siap.

2014

Rabu, 19 Maret 2014

lekas malam

setiap jengkal mendekat pagi.
kudengar harap teman serekan
memintaku merajut ketidakmungkinan
mengalir menuju mati.
mati di sumur keputusasaan

selekas waktu memaki keputusan.
aku tak seolah hidup dan menerjang
kembali ke dalam diri.
yang ragu,
yang tidak mampu,
beri aku waktu.

2014