ku masih saja memikirkanmu.
Dari dalamnya mata air kehidupan, berseberanganlah perasaan kita.
Aromamu tercium abadi di permukaannya,
seakan terapung,
namun menyentuh dasar.
Isyarat dari perasaanku yang menari kekal di kehampaan.
.
Di lebatnya Meranti dan Jati yang hidup subur di akar-akar perasaanku.
kau menjadi arogansi yang kupertaruhkan.
Namun tak begitu dengan Kau, kekasih.
Kau buatku mabuk, lalu Kau tinggalkanku di ngarai.
Isyarat dari perasaanku yang menepi di ketemaraman.
O, kekasih.
Pergilah,
Tapi jangan kau tinggalkan bayangmu.
2016