Sabtu, 29 Desember 2012
melintasi alam raya, menukik menuju hatimu.
semerbak melati tercium dari kejauhan
merona pipinya laksana rembulan purnama
tak akan ada se-atom pun awan menghalang
pun Rahwana berani menghalang, kubunuh ia untuk Adinda*
...
...
sembilu aku dibuatmu
tidak, tidak, lebih dari itu!
apabila nelangsa adalah sebutan yang tepat
maka benar adanya.
...
...
aku mempunyai sifat keras kepala
dan tidak sudi untuk diperintah
Namun, apabila untuk Adinda aku harus membunuh diriku,
aku akan meminta lebih dari itu.
2012
*tentunya kata 'Adinda' bukan berarti nama
karena.... ah aku yakin kau pun tahu siapa wanita yang di maksud
merona pipinya laksana rembulan purnama
tak akan ada se-atom pun awan menghalang
pun Rahwana berani menghalang, kubunuh ia untuk Adinda*
...
...
sembilu aku dibuatmu
tidak, tidak, lebih dari itu!
apabila nelangsa adalah sebutan yang tepat
maka benar adanya.
...
...
aku mempunyai sifat keras kepala
dan tidak sudi untuk diperintah
Namun, apabila untuk Adinda aku harus membunuh diriku,
aku akan meminta lebih dari itu.
2012
*tentunya kata 'Adinda' bukan berarti nama
karena.... ah aku yakin kau pun tahu siapa wanita yang di maksud
Senin, 24 Desember 2012
renungan, fase satu
TAPI
oleh: Sutardji Calzoum Bachri
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah !
oleh: Sutardji Calzoum Bachri
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah !
teng teng teng teng teng....
kalbu menebar beban
tak mampu kuusung beban seberat itu, manisku.
entah mengapa tiap mendengarkan tembang itu,
aku merasa bersalah pada tiap apapun.
apapun.
untuk itu, maafkanlah aku.
pada matahari yang mencintaiku lebih dari apapun
pada bulan yang tak sudi untuk pudar saat aku menyerpih
...
...
...
kalau daku boleh jujur,
gambar yang engkau perlihatkan pada bbm-mu itu meradang jiwaku
seperti yang terjadi pada saat Subali mengambil alih Dewi Tara dari Sugriwa
meradanglah ia.
aku bukanlah pangeran Yudhistira yang maha ikhlas pada segala apapun.
tapi aku juga bukan Rahwana yang hendak menyanderamu dari apapun.
bukan kuasaku membuatmu tak nyaman
maafkanlah aku, manisku.
...
...
tapi beruntunglah aku,
dari semua itu,
aku belum merasa berkorban.
...
karena menurut Agus Hadi Sujiwo,
Cinta itu tidak butuh pengorbanan,
ketika kau mulai merasa berkorban,
maka saat itulah cintamu pudar.
2012
tak mampu kuusung beban seberat itu, manisku.
entah mengapa tiap mendengarkan tembang itu,
aku merasa bersalah pada tiap apapun.
apapun.
untuk itu, maafkanlah aku.
pada matahari yang mencintaiku lebih dari apapun
pada bulan yang tak sudi untuk pudar saat aku menyerpih
...
...
...
kalau daku boleh jujur,
gambar yang engkau perlihatkan pada bbm-mu itu meradang jiwaku
seperti yang terjadi pada saat Subali mengambil alih Dewi Tara dari Sugriwa
meradanglah ia.
aku bukanlah pangeran Yudhistira yang maha ikhlas pada segala apapun.
tapi aku juga bukan Rahwana yang hendak menyanderamu dari apapun.
bukan kuasaku membuatmu tak nyaman
maafkanlah aku, manisku.
...
...
tapi beruntunglah aku,
dari semua itu,
aku belum merasa berkorban.
...
karena menurut Agus Hadi Sujiwo,
Cinta itu tidak butuh pengorbanan,
ketika kau mulai merasa berkorban,
maka saat itulah cintamu pudar.
2012
Senin, 17 Desember 2012
belum ada judul.
membisu tak selalu tentang diam.
terkadang membisu adalah satu-satunya pilihan yang harus diperbuat.
seperti sesuatu yang terjadi pada hari ke empat belas di desember ku ini.
pada pukul enam sore.
pada hujan itu.
pada angkara itu.
melintasi tiap-tiap tembok kokoh yang sombong.
dengan mesin yang setiap insan sebut sebagai bikun.
menghadang apa-apa dan sesiapa saja yang tersungkur di permainan ini.
jerit dan purna tidak akan bisa sesiapa pun lihat.
bahkan psikolog termutakhir sekalipun.
lelehan kehidupan berputar di lorong sanubariku.
membicarakan kehidupan akan selalu tentang cinta.
namun kali ini tidak.
buih-buih kehidupan sisa deburan ombak kucoba muntahkan.
dari ombak ulung pemangsa kebahagiaan.
nelangsa.
ironi.
meronta saat itu bukanlah titisan wahyu Tuhan.
aku mencinta Tuhan lebih dari apapun.
pun tidak sebaliknya.
tapi sepenuhnya, seutuhnya, sesucinya.
aku percaya padamu.
Wa' la tamutunna illa wa' antum muslimunn.
terkadang membisu adalah satu-satunya pilihan yang harus diperbuat.
seperti sesuatu yang terjadi pada hari ke empat belas di desember ku ini.
pada pukul enam sore.
pada hujan itu.
pada angkara itu.
melintasi tiap-tiap tembok kokoh yang sombong.
dengan mesin yang setiap insan sebut sebagai bikun.
menghadang apa-apa dan sesiapa saja yang tersungkur di permainan ini.
jerit dan purna tidak akan bisa sesiapa pun lihat.
bahkan psikolog termutakhir sekalipun.
lelehan kehidupan berputar di lorong sanubariku.
membicarakan kehidupan akan selalu tentang cinta.
namun kali ini tidak.
buih-buih kehidupan sisa deburan ombak kucoba muntahkan.
dari ombak ulung pemangsa kebahagiaan.
nelangsa.
ironi.
meronta saat itu bukanlah titisan wahyu Tuhan.
aku mencinta Tuhan lebih dari apapun.
pun tidak sebaliknya.
tapi sepenuhnya, seutuhnya, sesucinya.
aku percaya padamu.
Wa' la tamutunna illa wa' antum muslimunn.
Minggu, 16 Desember 2012
apa yang salah dari.
mimpi mengudara melangit mengangkasa
namun ibarat benci mengurung
tak semulus bicara mimpi mengudara
haruskah ia pamit pada galaksi untuk kembali masuk ke kandungan?
lalu kembali ia mencoba mengudara
dan menembus atmosfer sombong itu?
ah bodoh, bahasa inggrisnya, stupid, bahasa jawanya, koplak.
ibarat ruhut yang sinis karena harus turun jabatan, mimpi tersebut pun sama.
namun kembali mengenai cinta.
cinta ku padanya mungkin seelok gunung andes. (cie kok ANDEs?)
sesulit bab dinamika rotasi pada fisika. (cie kok ada DINAmika?)
bahkan sebesar adri dharmesta. (cieee kok ada ADRI)
menurutku,
mungkin pula menurut soe hok gie,
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta.
tiap-tiap hari yang kuartikan sebagai 'controlling idea', aku persembahkan untukmu.
hari ke sembilan pada bulan desember-ku pun aku persembahkan untukmu.
maafkan segala ke-paralel-an ku ini darling.
semoga sistem tata surya memaafkanku,
mengapa sistem tata surya?
mengapa bukan kamu?
karena bagiku kau lebih dari sekedar sistem tata surya.
kau adalah galaksi bimasakti ku.
kau adalah langit tak berujung ku.
2012
namun ibarat benci mengurung
tak semulus bicara mimpi mengudara
haruskah ia pamit pada galaksi untuk kembali masuk ke kandungan?
lalu kembali ia mencoba mengudara
dan menembus atmosfer sombong itu?
ah bodoh, bahasa inggrisnya, stupid, bahasa jawanya, koplak.
ibarat ruhut yang sinis karena harus turun jabatan, mimpi tersebut pun sama.
namun kembali mengenai cinta.
cinta ku padanya mungkin seelok gunung andes. (cie kok ANDEs?)
sesulit bab dinamika rotasi pada fisika. (cie kok ada DINAmika?)
bahkan sebesar adri dharmesta. (cieee kok ada ADRI)
menurutku,
mungkin pula menurut soe hok gie,
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta.
tiap-tiap hari yang kuartikan sebagai 'controlling idea', aku persembahkan untukmu.
hari ke sembilan pada bulan desember-ku pun aku persembahkan untukmu.
maafkan segala ke-paralel-an ku ini darling.
semoga sistem tata surya memaafkanku,
mengapa sistem tata surya?
mengapa bukan kamu?
karena bagiku kau lebih dari sekedar sistem tata surya.
kau adalah galaksi bimasakti ku.
kau adalah langit tak berujung ku.
2012
Rabu, 12 Desember 2012
tak bertuan
hei kawan. kali ini aku tak berpuisi seperti sebelumnya
aku hanya ingin bercerita
cerita ini tidak akan serumit kisah sangkuriang, tapi juga tak akan semulus jin dan jun
aku berada di posisi yang gamang. esok hari kuis psikologi umum menunggu
juga proyek akhir MPKT.
dan aku berada di sini, di depan layar komputerku untuk menoreh catatan kecil.
memang bukan aktivitas yang seharusnya dilakukan.
tapi.
aku tidak tahu harus berlaku apa.
belajar? jenuh. tidak ada yang terpahat di memoriku
latihan mpkt? ngantuk. lelah. sepat.
lalu?
ah hidupku hanyalah berisi setumpuk keluhan
tapi.
tuhkan lagi-lagi kata 'tapi' yang kutulis.
maaf ya.
aku tidak sepenuh hati menjalani hidup hari ini.
mungkin juga esok hari.
juga mungkin lusa.
hehe
sebagai penutup..
esok bagiku adalah peringatan
dan hari ini adalah penghabisan.
jalani hidup hari ini dengan sekuat tenaga.
aku hanya ingin bercerita
cerita ini tidak akan serumit kisah sangkuriang, tapi juga tak akan semulus jin dan jun
aku berada di posisi yang gamang. esok hari kuis psikologi umum menunggu
juga proyek akhir MPKT.
dan aku berada di sini, di depan layar komputerku untuk menoreh catatan kecil.
memang bukan aktivitas yang seharusnya dilakukan.
tapi.
aku tidak tahu harus berlaku apa.
belajar? jenuh. tidak ada yang terpahat di memoriku
latihan mpkt? ngantuk. lelah. sepat.
lalu?
ah hidupku hanyalah berisi setumpuk keluhan
tapi.
tuhkan lagi-lagi kata 'tapi' yang kutulis.
maaf ya.
aku tidak sepenuh hati menjalani hidup hari ini.
mungkin juga esok hari.
juga mungkin lusa.
hehe
sebagai penutup..
esok bagiku adalah peringatan
dan hari ini adalah penghabisan.
jalani hidup hari ini dengan sekuat tenaga.
Langganan:
Postingan (Atom)