Minggu, 24 November 2013
Senin, 14 Oktober 2013
melepas jerat
setiap serpih waktu terasa letih
merasa tak lagi suka, melainkan derita
telah habis selepas rasa, meniup cita
tiap pandang teralih cerita pesona
aku yang terjerat cinta
2013
merasa tak lagi suka, melainkan derita
telah habis selepas rasa, meniup cita
tiap pandang teralih cerita pesona
aku yang terjerat cinta
2013
Jumat, 21 Juni 2013
mengulang
di atas malam deru angin melaju menggebu perahu
aku tak seimbang coba melawan, kayuh perasaan
coba menoleh ke belakang, setahun menjelang
melari merintih telusuri tempat ku berdiri,
mengulang apa yang terjadi.
melintas lepas pada arah dan tujuan
mengikuti jalan sepi, melawan arah sunyi
menutup takdir duka, membuka alam suka
kembali tidur di pucuk melati,
mengulang apa yang terjadi.
ah dasar egois,
sekeliling sepi memberi arti, namun aku tak mengerti
atau aku yang menyepi? atau aku yang tuli?
aku disini sendiri, mengulang aku di tujuh belas juni.
2013
aku tak seimbang coba melawan, kayuh perasaan
coba menoleh ke belakang, setahun menjelang
melari merintih telusuri tempat ku berdiri,
mengulang apa yang terjadi.
melintas lepas pada arah dan tujuan
mengikuti jalan sepi, melawan arah sunyi
menutup takdir duka, membuka alam suka
kembali tidur di pucuk melati,
mengulang apa yang terjadi.
ah dasar egois,
sekeliling sepi memberi arti, namun aku tak mengerti
atau aku yang menyepi? atau aku yang tuli?
aku disini sendiri, mengulang aku di tujuh belas juni.
2013
Senin, 27 Mei 2013
lenyap.
meniti pedih perih di perahu kayu usang itu
meratap apa yang hilang pada ilalang
bertanya-tanya pada laut soal langit yang marah
memaki diri pada malam sabtu yang tak ada bulan
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
aku hirup lesu aroma bulan, menyerpih di sisi melati
meninggi di batas sepi, melepas di tepi amarah
meluruh di langit rindu, memeluk pada isi hati
Oh sayangku, aku lebih tak mengerti isi hatimu.
Namun, tak ada yang lebih sakit dibanding ini.
selalu, akan mengenai kehilangan di hati ini
hati yang telah lelah, hati yang telah mati
mati pada langit sesal.
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
2013
dibuat untuk laptopku yang hilang
meratap apa yang hilang pada ilalang
bertanya-tanya pada laut soal langit yang marah
memaki diri pada malam sabtu yang tak ada bulan
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
aku hirup lesu aroma bulan, menyerpih di sisi melati
meninggi di batas sepi, melepas di tepi amarah
meluruh di langit rindu, memeluk pada isi hati
Oh sayangku, aku lebih tak mengerti isi hatimu.
Namun, tak ada yang lebih sakit dibanding ini.
selalu, akan mengenai kehilangan di hati ini
hati yang telah lelah, hati yang telah mati
mati pada langit sesal.
aku rela mati tiga kali untuk kau kembali.
2013
dibuat untuk laptopku yang hilang
Selasa, 21 Mei 2013
abnormal
aku hanya ilalang yang menunggu lenyap, lenyap selepas perih
memisah di antara mati, menunggunya di tepi lemari
pecah di antara daun, menyatu di titik sepi
beri aku ruang untuk hidup, untuk menghela...
walau setidaknya diam, aku tak merisau.
gugur di antara langit, di sia-siakan pilu memaki
berhenti di titik nadir, berhenti di titik mati
sebelumnya tak pernah henti, pulang pada bising kenari
beri aku ruang untuk pulang, untuk menepi....
menepi di ujung hati, di ujung langit bernama rindu.
sudahlah, akhiri tangismu.
walau aku berdiri, aku tak maksud pergi.
aku sudah terjatuh.
aku sudah lumpuh.
karenamu aku terjatuh. terjatuh pada cinta
lumpuh karena cintamu.
2013
memisah di antara mati, menunggunya di tepi lemari
pecah di antara daun, menyatu di titik sepi
beri aku ruang untuk hidup, untuk menghela...
walau setidaknya diam, aku tak merisau.
gugur di antara langit, di sia-siakan pilu memaki
berhenti di titik nadir, berhenti di titik mati
sebelumnya tak pernah henti, pulang pada bising kenari
beri aku ruang untuk pulang, untuk menepi....
menepi di ujung hati, di ujung langit bernama rindu.
sudahlah, akhiri tangismu.
walau aku berdiri, aku tak maksud pergi.
aku sudah terjatuh.
aku sudah lumpuh.
karenamu aku terjatuh. terjatuh pada cinta
lumpuh karena cintamu.
2013
Minggu, 17 Maret 2013
arah jalan pulang
Ya memang kita hidup tak tahu arah.
Ndak akan pernah ada kan orang yang tahu besok akan seperti apa?
Yah kalo misalnya kamu jawab, 'aku tahu, aku kan udah bikin jadwal buat besok'
Ayolah, itu kan cuma rencana kamu, bisa aja kan besoknya kiamat, jadwalmu berantakan dums kalo besok kiamat? hehe :)
Kadang-kadang dengan hidup yang tak tahu arah ini aku berpikir,
Adakah tempat untuk kita pulang,
untuk kembali ke fragmen-fragmen kehidupan yang pernah kita lalui,
kembali ke pengalaman-pengalaman yang pernah kita rasakan,
lalu take back what we're missing. take back what I'm missing.
Aku bukan merasa sekarang adalah jalan yang salah,
Aku cuma merasa, di jalan yang aku lalui ini banyak hal yang ketinggalan.
Hal yang lupa aku bawa, pada entah fragmen yang mana.
Entah pada saat SMA kah, saat SD kah atau bahkan pada saat aku dalam kandungan.
Mengapa aku bisa berpikir begitu?
Pada perjalananku saat ini, aku merasa banyak berhentinya, banyak istirahatnya ketimbang jalannya.
Seharusnya apabila aku ndak ngerasa ketinggalan,
perjalanan ini akan sangat mulus kan? ndak ada ngeremnya, hehe :)
Kan ampas rem jadi cepet abis kalo ngerem terus :p
Hehe
Hemmm, kalau saja aku bisa muter balik sebentar ke belakang.
Aku akan ambil apapun yang aku butuhkan untuk sekarang ini.
Nggak usah banyak-banyak deh, dikit juga gapapa.
Yang penting bisa. Hehe
Tapi dibalik semua itu aku bersyukur kok ada di jalan ini,
Ada di tempat ini.
Aku dikasih banyak hal sama Tuhan.
Mungkin aku hanya lelah. . .
.
.
.
.
.
Ndak akan pernah ada kan orang yang tahu besok akan seperti apa?
Yah kalo misalnya kamu jawab, 'aku tahu, aku kan udah bikin jadwal buat besok'
Ayolah, itu kan cuma rencana kamu, bisa aja kan besoknya kiamat, jadwalmu berantakan dums kalo besok kiamat? hehe :)
Kadang-kadang dengan hidup yang tak tahu arah ini aku berpikir,
Adakah tempat untuk kita pulang,
untuk kembali ke fragmen-fragmen kehidupan yang pernah kita lalui,
kembali ke pengalaman-pengalaman yang pernah kita rasakan,
lalu take back what we're missing. take back what I'm missing.
Aku bukan merasa sekarang adalah jalan yang salah,
Aku cuma merasa, di jalan yang aku lalui ini banyak hal yang ketinggalan.
Hal yang lupa aku bawa, pada entah fragmen yang mana.
Entah pada saat SMA kah, saat SD kah atau bahkan pada saat aku dalam kandungan.
Mengapa aku bisa berpikir begitu?
Pada perjalananku saat ini, aku merasa banyak berhentinya, banyak istirahatnya ketimbang jalannya.
Seharusnya apabila aku ndak ngerasa ketinggalan,
perjalanan ini akan sangat mulus kan? ndak ada ngeremnya, hehe :)
Kan ampas rem jadi cepet abis kalo ngerem terus :p
Hehe
Hemmm, kalau saja aku bisa muter balik sebentar ke belakang.
Aku akan ambil apapun yang aku butuhkan untuk sekarang ini.
Nggak usah banyak-banyak deh, dikit juga gapapa.
Yang penting bisa. Hehe
Tapi dibalik semua itu aku bersyukur kok ada di jalan ini,
Ada di tempat ini.
Aku dikasih banyak hal sama Tuhan.
Mungkin aku hanya lelah. . .
.
.
.
.
.
Selasa, 05 Maret 2013
lagu-lagu yang harus kamu dengar sebelum mati #part2
the doors - love me two times
efek rumah kaca - sebelah mata
the doors - crawling king snake
radiohead - fake plastic trees
the drums - submarine
zeke and the popo - mighty love
bloc party - this modern love
nirvana - the man who sold the world
queen - somebody to love
the doors - end of the night
efek rumah kaca - sebelah mata
the doors - crawling king snake
radiohead - fake plastic trees
the drums - submarine
zeke and the popo - mighty love
bloc party - this modern love
nirvana - the man who sold the world
queen - somebody to love
the doors - end of the night
Minggu, 27 Januari 2013
matahari merindu.
Belum habis duka surya menghilang
Terkumpul benci kala awan melarang
Dalam temaram malam alam
memati
Terlempar sesal lirih menangis
Saat ini petang adalah janji yang dibenci.
Membakar semangat merah mereka
Terlupa petang menyerang meluka
Baris hujan membunuh melupa
Surya merindu . . .
Awan menjadikannya asing dibalik tepi,
dibalik tepi masalah rindu.
“Biarkan aku menyinari bumiku terkasih!”, ujar surya pada
bumi.
“Aku akan membiarkanmu mati dalam rindu!”, awan menghalang.
“Cinta adalah bagaimana sinarku membelahmu dan melesat
memeluk bumi”, Surya pada awan.
Seketika bumi gonjang ganjing dan awan melenyap.
Wah!
2013
Senin, 21 Januari 2013
mengenai cinta.
Mengenai cinta yang sempat ragu
Diam terkenang lesu tak hilang merasa
Mengenai cinta yang sempat hitam, kelu
Mati layak daun jati nama terkenang.
Kekasih, jangan tanya bukti.
Terbelah sakit
Terbelah lelah
Terbelah janji
Padamu matahari pagi
Siang, senja, petang dan waktu-waktu terasingku.
Tertandas ragu hati merasuk
Melawan karam selalu salah tersirat jarak
Bukan cinta mengapa kita jauh
Jauh mengapa kita bukan cinta
Kau adalah resolusi dan seluruh definisiku tentang cinta.
2013
Kamis, 17 Januari 2013
hidup begitu biru
bukan hendak janin rasa asa dan celaka
hirup murni udara senja lemah ternganga
lelah berdarah darah tak tentu arah
tak sengaja ibu bapak lahirkan tanah
tanah merah darah Tuhan penganugerah
seribu duka bayang derita sadarkan anak
pada kedudukan, uang dan harta sembah derita
pada biru hidup asah sebilah derita
pada penderita sebilah derita hunuskan bara
dari derita pada derita untuk derita kembali derita
mati sisakan pahit beribu nanah terbelah lelah
pada tanah merah darah terpancar sesal tersisa
tak kuasa samudera dosa menggelora
Oh Tuhan, ampuni aku.
2013
hirup murni udara senja lemah ternganga
lelah berdarah darah tak tentu arah
tak sengaja ibu bapak lahirkan tanah
tanah merah darah Tuhan penganugerah
seribu duka bayang derita sadarkan anak
pada kedudukan, uang dan harta sembah derita
pada biru hidup asah sebilah derita
pada penderita sebilah derita hunuskan bara
dari derita pada derita untuk derita kembali derita
mati sisakan pahit beribu nanah terbelah lelah
pada tanah merah darah terpancar sesal tersisa
tak kuasa samudera dosa menggelora
Oh Tuhan, ampuni aku.
2013
Sabtu, 12 Januari 2013
cemara yang dingin.
sayup-sayup terdengar daun jatuh ke muara lupa
akar kuat inang cemara tak menjanji duri
apa yang hilang lupa teringat
dingin dan duka memangsa segala rupa
gelap adalah selimut, setan dan persoalan
pilu tak sudah henti langkah menerpa
aku cemburu.
pada cemara yang tak basah dari hujan januari
pada engkau dari lariku yang dingin dan mati
jemari letih perih dan sedih tak padam dan kering
sedikit dari sakitnya kaki sesali panas mentari
kurang cinta bukan jadi api perih menduri
aku cemburu.
cinta melulu muruh-gemuruh apakah itu
bukti cinta bukan tubuh kuyu membiruku
hati lebam mendayu tak karu pun malu
melihatmu aku kalut cemburu tak surut
aku cemburu.
2013
akar kuat inang cemara tak menjanji duri
apa yang hilang lupa teringat
dingin dan duka memangsa segala rupa
gelap adalah selimut, setan dan persoalan
pilu tak sudah henti langkah menerpa
aku cemburu.
pada cemara yang tak basah dari hujan januari
pada engkau dari lariku yang dingin dan mati
jemari letih perih dan sedih tak padam dan kering
sedikit dari sakitnya kaki sesali panas mentari
kurang cinta bukan jadi api perih menduri
aku cemburu.
cinta melulu muruh-gemuruh apakah itu
bukti cinta bukan tubuh kuyu membiruku
hati lebam mendayu tak karu pun malu
melihatmu aku kalut cemburu tak surut
aku cemburu.
2013
Rabu, 09 Januari 2013
senyummu itu
mungkin bukan pelangi apabila tak mewarnai
melihat pelangi sebagai engkau.
mungkin tak akan sepagi ini aku menulis
bila sudi melihat mendung di wajahmu.
jatuh dan perih memberi isyaratnya kerinduan
bumi dan seisinya yang duka tak bisa memberi gambaran
dunia ini tidak seperti kotak tisu yang bisa diisi ulang
mungkin terlalu dingin dan mati
tak akan seperti serpihan sinar di senyummu
yang damai pun kalah indah.
kasih berombak-ombak menggulung duka beralas cinta
adalah cinta tentang semua hujan yang turun
kasih bertalu-talu mematikan asa bertuhan cinta
dimana-mana cinta
cinta adalah sekulum senyum di manis wajahmu.
2013
untuk dina
Langganan:
Postingan (Atom)

