puluhan huruf tak berdosa menyapa di hadapanku
mengikuti setiap gerik yang ku atur, berirama
memang bodoh terlahir sebagai huruf-huruf itu
penghamba cinta terduduk di depannya
itu aku
menunggu kepastian cinta adalah tugasku
aku tahu pasti ini nista
kau pasti murka
lebih baik terkapar di sana
daripada terduduk di atmosfir petaka
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar