Minggu, 27 Januari 2013

matahari merindu.


Belum habis duka surya menghilang
Terkumpul benci kala awan melarang
 Dalam temaram malam alam memati
Terlempar sesal lirih menangis

Saat ini petang adalah janji yang dibenci.

Membakar semangat merah mereka
Terlupa petang menyerang meluka
Baris hujan membunuh melupa
Surya merindu . . .
Awan menjadikannya asing dibalik tepi,
dibalik tepi masalah rindu.

“Biarkan aku menyinari bumiku terkasih!”, ujar surya pada bumi.
“Aku akan membiarkanmu mati dalam rindu!”, awan menghalang.
“Cinta adalah bagaimana sinarku membelahmu dan melesat memeluk bumi”, Surya pada awan.
Seketika bumi gonjang ganjing dan awan melenyap.

Wah!

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar